Tampilkan postingan dengan label Logo Google. Tampilkan semua postingan

Amelia Earhart: Pilot Wanita Pertama Di Logo Google Hari Ini


Amelia Earhart adalah seorang pilot, pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak asasi wanita asal Amerika Serikat. Google hari ini memasang logo karikatur Amelia Earhart dan pesawatnya untuk memperingati 115 tahun kelahiran beliau.
Amelia Earhart adalah wanita pertama yang menerima penghargaan Distinguished Flying Cross. Yaitu penghargaan sebagai wanita pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudera Atlantik. Ia juga membuat banyak rekor lain, menulis buku best seller tentang pengalaman terbangnya, dan memiliki peran penting dalam pendirian Ninety-Nine, organisasi pilot wanita.
Earhart hilang secara misterius di samudera Pasifik di dekat pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia tahun 1937. Pesawat yang ditumpanginya berjenis Red Lockheed Vega 5b.
Miniatur dan replika sosok Amelia Earhart dan pesawatnya terpajang di Museum Nasional Angkatan Udara Amerika. Sosoknya juga muncul dalam film Night at the Museum 2: Battle of the Smithsonian yang diperankan oleh Amy Adams.
Selama puluhan tahun sejak hilangnya Earhart telah banyak desas-desus dan legenda yang beredar tentang apa yang mungkin telah terjadi pada diri Amelia Earhart.
Pada bulan November tahun 2006, National Geographic Channel menyiarkan episode dua dari serial televisi Undiscovered History tentang klaim bahwa Earhart selamat dari penerbangan dunia, kembali ke Amerika Serikat, pindah ke New Jersey. Di sana ia mengganti nama dan menjalani hidupnya dengan identitas lain, Irene Craigmile Bolam.
Rumor lain menyalahkan Benda Terbang Aneh (BETA, semacam UFO) sebagai penyebab hilangnya Amelia Earhart. Belum ada bukti nyata yang mendukung pendapat-pendapat ini, kesemuanya telah ditolak oleh para sejarawan. Lalu di manakah Amelia sekarang?
Senin, 23 Juli 2012
Posted by Unknown

Howard Carter, Penemu Makam Firaun Di Logo Google



Howard Carter adalah arkeolog peradaban Mesir kuno asal Inggris. Ia terkenal karena penemuan makam Tutankhamun, raja Firaun dari dinasti Ke-18 Mesir.
Carter dilahirkan di London, 9 Mei 1874. Sebagai seorang seniman muda berbakat, sekaligus karena minatnya yang besar pada peninggalan Mesir, Carter dikirim ke Mesir untuk membantu Percy Newberry dalam penggalian dan pencatatan gambar serta prasasti makam di Beni Hasan. Dalam usianya yang masih terbilang sangat muda, Carter sudah bisa menyalin hiasan makam.
Pada tahun 1892, Carter bekerja untuk satu musim di Armana yang merupakan ibukota yang didirikan oleh Firaun Akhenaten. Dia bekerja di bawah Flinders Petrie.
Tahun 1894-1899 dia bekerja dengan Edouard Naville di Deirel-Bahari. Saat itu Carter berhasil mencatat relief dinding di kuil Hatshepsut.
Setelah tahun 1899, Carter diangkat menjadi seorang Chief inspector di Egyptian Antiquities Service (EAS). Carter mengawasi penggalian di Thebes yang sekarang dikenal sebagai Luxor. Carter akhirnya mengundurkan diri dari Kantor Purbakala pada tahun 1905 setelah terjadi keributan di tempat umum yang dikenal sebagai Peristiwa Saqqara. Keributan itu terjadi antara penjaga situs Mesir dan sekelompok wisatawan Prancis yang tengah mabuk.
Setelah 3 tahun menjalani masa-masa sulit, Carter dipekerjakan oleh Lord Carnarvon untuk mengawasi penggalian baru pada tahun 1907.

Pada tanggal 26 November 1922, bersama Carnavon, putrinya dan orang-orang lain yang hadir, Carter membuat sebuah lubang kecil hingga ia mampu melihat ke dalam. Dari bawah cahaya lilin, Carter dapat melihat betapa banyaknya harta yang masih tertinggal di tempat tersebut.Pada tanggal 4 November 1922, kelompok penggalian Carter menemukan tangga yang menuju makam Tutankhamun yang merupakan makam Fir’aun terbaik yang pernah diawetkan sekaligus yang paling utuh yang pernah ditemukan di Lembah Para Raja.
Dalam bukunya The Tomb of Tut.Ankh.Amen (1923), Carter mencatat kesannya atas momen tersebut:
“Pada awalnya saya tidak bisa melihat apa-apa, udara panas yang keluar dari kamar menyebabkan api lilin berkelip-kelip, tapi segera, begitu mata saya mulai terbiasa dengan cahaya itu, detail ruangan di dalam timbul perlahan-lahan dari kabut, binatang-binatang aneh, patung, dan emas—di setiap tempat
terdapat kilatan emas. Untuk sesaat – pasti terasa abadi bagi orang-orang di samping – saya terbisu takjub, dan ketika Lord Carnarvon, yang tak mampu menahan ketegangan lebih lama lagi, menanyakan secara serius, ‘Bisakah kau melihat sesuatu?’, yang dapat saya katakan hanya, ‘Ya, benda-benda menakjubkan.”
Carter meninggal karena penyakit limfoma, sejenis kanker, di Kensington, London pada tanggal 2 Maret 1939 di usianya yang ke-64 tahun. Kematian arkeolog ini jauh setelah pembukaan makam. Hal ini cukup membuktikan bahwa kutukan Firaun yang menyebutkan akan mengganggu pihak yang memasuki makam Tutankhamun tidaklah terbukti.
Hari ini, Rabu 9 Mei 2012 merupakan ulang tahun ke 138 Howard Carter. Google turut memperingati sang arkeolog dengan memajang logo Google berhiaskan makam dan harta peninggalan Firaun temuan Carter.

Rabu, 09 Mei 2012
Posted by Unknown

Keith Haring, Seniman “Pop Art” di Logo Google


Keith Haring adalah seorang seniman sekaligus aktivis sosial yang menginspirasi budaya jalanan kota New York era tahun 1980 an. Logo Google hari ini memperingati 54 tahun kelahiran Keith Haring.
Lahir di Pennsylvania, Amerika, pada 4 Mei 1958. Keith Haring dibesarkan oleh ibunya, Joan Haring, dan sang ayah Allen Haring, yang berprofesi sebagai kartunis.
Dia juga memiliki tiga adik perempuan, Kay, Karen dan Kristen. Orang tua Keith Haring ingin menamai semua anak mereka dengan awalan huruf “K”. Keith Haring telah tertarik pada dunia seni sejak usia dini.
Dari tahun 1976 sampai 1978 ia belajar “seni komersial” di sekolah Seni Profesional, sebuah sekolah seni di Pittsburgh. Sebelum akhirnya berpindah ke studi “Fine arts” atau Seni Rupa.
Pada usia 19 tahun (tahun 1978) Haring pindah ke kota New York, dimana ia terinspirasi oleh seni grafiti, lalu melanjutkan studinya di Sekolah Seni Visual.
Haring mulai mencuri perhatian publik dengan karya “lukisan kapur” di kereta bawah tanah New York. Seni pop art yang menjadi ciri khasnya adalah “The Radiant Baby”. Dengan garis tebal, warna cerah yang berani, dan objek yang membawa pesan tentang hidup dan persaudaraan.
Di tahun 1980, ia mengadakan sebuah pameran di Club 57. Dia berpartisipasi dalam Pameran Times Square dan menggambar hewan dan wajah manusia untuk pertama kalinya. Pada tahun 1981 ia membuat sketsa lukisan kapur pertamanya di atas kertas hitam, plastik, logam dan barang bekas lainnya.
Keith Haring meninggal di usia yang masih sangat muda, 32 tahun, pada tanggal 16 Februari 1990 karena komplikasi AIDS.
Kamis, 03 Mei 2012
Posted by Unknown

Gideon Sundback Sang Penemu Ritsleting Di Logo Google



Gideon Sundback merupakan insinyur listrik berkebangsaan campuran Amerika Swedia. Gideon Sundback sering dikaitkan dengan prestasinya dalam pengembangan ritsleting (retsleting / zipper).
Hari ini, Selasa 24 April 2012 merupakan ulang tahun Gideon Sundback yang ke 132. Tanpa jasa beliau, mungkin busana yang kita kenakan tidak akan mempunyai ritsleting canggih seperti sekarang ini. Karena itu Google memperingatinya dengan memasang ritsleting pada logo Google.
Bernama lengkap Otto Fredrik Gideon Sundback, beliau lahir di Swedia. Dia adalah anak dari Jonas Otto Magnusson Sundback, seorang petani kaya, sang ibu bernama Kristina Karolina Klasdotter. Setelah menghabiskan masa studinya di Swedia, Sundback pindah ke Jerman, dimana ia belajar di sekolah politeknik di Bingen am Rhein. Pada tahun 1903, Sundback mengambil ujian insinyur nya. Pada tahun 1905, ia pindah ke Amerika Serikat.
Di Amerika, Gideon Sundback mulai bekerja di Westinghouse Electric dan Manufacturing Company di Pittsburgh, Pennsylvania. Setahun kemudian, ia dipekerjakan oleh Universal Fastener Company di Hoboken, New Jersey. Pada tahun 1909, Sundback menikahi Elvira Aronson, putri dari manajer pabrik kelahiran Swedia, selanjutnya Sundback dipromosikan ke posisi kepala desainer di Universal Fastener.
Meskipun bukan pencetus pertama dari ritsleting, Gideon Sundback telah membuat beberapa kemajuan dalam pengembangan ritsleting antara 1906 dan 1914. Dia bertanggung jawab untuk meningkatkan “Judson C-curity Fastener“. Saat itu produk perusahaan masih berdasarkan kait dan kancing. Sundback mengembangkan versi perbaikan dari C-curity, yang disebut “Plako”.
Ia meningkatkan jumlah elemen pengancing dari empat per inci sampai sepuluh atau sebelas. Penemuan-nya memiliki dua baris gigi berhadapan yang ditarik ke dalam satu bagian dengan slider, dan meningkatkan pembuka untuk gigi yang dipandu oleh slider.
Di tahun 1914 Sundback mengembangkan sebuah versi baru dengan kode nama “No Hookless 2“, yang merupakan logam ritsleting modern seperti yang kita kenal sekarang ini. Atas penemuannya ini, beliau dihadiahi paten Amerika Serikat no. 1219881 untuk “Fastener Separable” dikeluarkan pada tahun 1917.
Ritsleting sendiri dipopulerkan pada tahun 1923 oleh BF Goodrich, setelah dipasang pada produk sepatu boot mereka. Dua puluh tahun kemudian, industri fashion mulai menerapkan penggunaan ritsleting, tepatnya di masa Perang Dunia II dimana para tentara mulai menggunakan celana panjang dan baju dengan ritsleting modern.
Selasa, 24 April 2012
Posted by Unknown

Followers

K N P's Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © K N P's Blog -SEO Templates- Powered by Blogger - Designed by K N P -