Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Pemain: Taktik Ancelotti di El Clasico Bikin Bingung
Carlo Ancelotti (Foto: Reuters)
MADRID - Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di El Clasico masih menyisakan sejumlah cerita. Kali ini cerita bukan seputar keluhan pemain El Real kepada wasit, tapi keluhan para punggawa terhadap taktik yang diterapkan pelatih Carlo Ancelotti.
Ancelotti menuai kritikan tajam usai duel El Clasico jilid 167 di Camp Nou, akhir pekan kemarin. Pelatih asal Italia ini dituding telah menerapkan taktik yang salah sehingga membuat Los Merengues kalah 1-2.
Ya, dalam laga itu, Ancelotti membuat sejumlah perubahan radikal dalam susunan pemain. Tercatat ada tiga perubahan Don Carlo yang berujung blunder; yakni menempatkan bek muda Daniel Carvajal di posisi bek kanan (padahal ada bek senior Alvaro Arbeloa), menempatkan Sergio Ramos di posisi gelandang bertahan dan terakhir memasang Gareth Bale sebagai false 9.
Taktik Ancelotti ini praktis berdampak pada permainan Madrid di lapangan hingga berujung kekalahan. Para pemain sendiri bahkan, tertangkap kamera mengeluhkan taktik yang diterapkan eks pembesut AC Milan dan Paris Saint Germain tersebut.
Lewat sebuah acara di stasiun televisi Canal+ yang berjudul “Sehari setelahnya”, terungkap apabila Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos mengeluhkan taktik Ancelotti.
Lewat sebuah mikrofon yang berada di pinggir lapangan, terdengar Ronaldo berbicara kepada Ramos, “ Ini sangat buruk, sangat buruk, semua orang di belakang dan saya hanya sendirian di depan.”
Ramos kemudian membalas, “Ini menjijikan! Semua orang berada di belakang bola. Kita terjebak di sini.
Setelah jeda turun minum, penampilan Madrid memang lebih baik di babak kedua, meski Ramos kembali tertangkap kamera melontarkan keluhan kepada Ancelotti.
“Anda membuat kami kehilangan banyak bola, coach,” tutur Ramos kepada Ancelotti.
Dalam tayangan tersebut, juga diungkapkan kejadian di mana Pepe dan Ramos bertukar posisi tanpa meminta izin dari Ancelotti. Pepe diketahui memang lebih bisa memainkan peran sebagai gelandang bertahan karena sebelumnya sempat diplot di posisi tersebut pada era Jose Mourinho.
“Sergio (Ramos)! Tetap di situ (belakang) dan saya akan melakukan yang lebih baik di sini (tengah),” teriak Pepe. “Ya, tapi saya tidak bisa pergi karena saya menutupi area ini,” balas Ramos.
Akibat hal tersebut, Madrid tidak bisa bermain dengan tenang dan akhirnya Barca sukses meraih kemenangan 2-1 berkat gol Neymar dan Silva (19’)dan Alexis Sanchez (78’). Madrid sendiri hanya bisa mencetak gol hiburan lewat gol penyerang mudanya Jese Rodriguez di masa injury time. (acf)
Ancelotti menuai kritikan tajam usai duel El Clasico jilid 167 di Camp Nou, akhir pekan kemarin. Pelatih asal Italia ini dituding telah menerapkan taktik yang salah sehingga membuat Los Merengues kalah 1-2.
Ya, dalam laga itu, Ancelotti membuat sejumlah perubahan radikal dalam susunan pemain. Tercatat ada tiga perubahan Don Carlo yang berujung blunder; yakni menempatkan bek muda Daniel Carvajal di posisi bek kanan (padahal ada bek senior Alvaro Arbeloa), menempatkan Sergio Ramos di posisi gelandang bertahan dan terakhir memasang Gareth Bale sebagai false 9.
Taktik Ancelotti ini praktis berdampak pada permainan Madrid di lapangan hingga berujung kekalahan. Para pemain sendiri bahkan, tertangkap kamera mengeluhkan taktik yang diterapkan eks pembesut AC Milan dan Paris Saint Germain tersebut.
Lewat sebuah acara di stasiun televisi Canal+ yang berjudul “Sehari setelahnya”, terungkap apabila Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos mengeluhkan taktik Ancelotti.
Lewat sebuah mikrofon yang berada di pinggir lapangan, terdengar Ronaldo berbicara kepada Ramos, “ Ini sangat buruk, sangat buruk, semua orang di belakang dan saya hanya sendirian di depan.”
Ramos kemudian membalas, “Ini menjijikan! Semua orang berada di belakang bola. Kita terjebak di sini.
Setelah jeda turun minum, penampilan Madrid memang lebih baik di babak kedua, meski Ramos kembali tertangkap kamera melontarkan keluhan kepada Ancelotti.
“Anda membuat kami kehilangan banyak bola, coach,” tutur Ramos kepada Ancelotti.
Dalam tayangan tersebut, juga diungkapkan kejadian di mana Pepe dan Ramos bertukar posisi tanpa meminta izin dari Ancelotti. Pepe diketahui memang lebih bisa memainkan peran sebagai gelandang bertahan karena sebelumnya sempat diplot di posisi tersebut pada era Jose Mourinho.
“Sergio (Ramos)! Tetap di situ (belakang) dan saya akan melakukan yang lebih baik di sini (tengah),” teriak Pepe. “Ya, tapi saya tidak bisa pergi karena saya menutupi area ini,” balas Ramos.
Akibat hal tersebut, Madrid tidak bisa bermain dengan tenang dan akhirnya Barca sukses meraih kemenangan 2-1 berkat gol Neymar dan Silva (19’)dan Alexis Sanchez (78’). Madrid sendiri hanya bisa mencetak gol hiburan lewat gol penyerang mudanya Jese Rodriguez di masa injury time. (acf)
Marquez: Awas Adik Saya Datang!
Marc (kanan) & Alex Marquez Alenta (Foto: MotoGP.com)
MOTEGI – Untuk kali pertama, akhirnya Márquez sanggup jadi yang tercepat di seri Motegi, akhir pekan lalu. Setelah berulang kali nyaris memuncaki podium, namun joki asal Spanyol ini akhirnya baru bisa memuncaki podium di GP Jepang lalu.
Tapi tunggu dulu. Pasalnya yang dimaksud bukan Marc Márquez – rookie MotoGP musim ini, melainkan sang adik, Álex Márquez yang masih merangkai karier di kelas Moto3. Adik Marc yang lebih muda tiga tahun ini, baru meraih kemenangan pertamanya musim ini di Motegi lalu.
Marc mengaku senang melihat sang Adik, akhirnya “memecahkan telur” kemenangannya musim ini, walau di papan klasemen, Álex masih berkutat di klasemen empat dan mustahil untuk mengikuti jejak sang Kakak, berebut gelar di satu seri tersisa.
Tapi Marc mengaku melihat potensi besar pada Adiknya ini dan tak hanya menegaskan pada dirinya, melainkan pada para joki MotoGP, bahwa sang Adik kemungkinan besar akan segera menyusul Marc ke kelas tertinggi MotoGP – beberapa tahun ke depan.
“Di Moto3, Adik saya meraih kemenangan pertamanya. Saya sangat senang untuknya, karena saya tahu setiap waktu, dia selalu bekerja keras. Berkali-kali dia nyaris menang, tapi kini dia sudah mendapatkan kemenangan pertamanya,” papar Marc.
“Kita harus segera menggeber gas pol karena Adik saya akan datang!,” serunya, sebagaimana disitatCrash, Selasa (29/10/2013).
Dalam kesempatan yang sama, pengisi lowongnya jok Casey Stoner di tim Repsol Honda ini juga ingin melayangkan permintaan maaf, terhadap berbagai pihak di Jepang yang merasa tersinggung dengan gambar tampilan belakang helmnya.
Akhir pekan lalu, Márquez menggunakan helm dengan desain baru yang menampakkan animasi dirinya, mengenakan ikat kepala khas Jepang dengan gestur tangan menyipitkan mata. Márquez meminta maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung jika menganggap gambar tersebut diskriminatif.
“Helm spesial saya didesain untuk menjadi simbol terima kasih kepada para kolega dan fans saya di Jepang. Tapi saya minta maaf yang sedalam-dalamnya jika ada yang tersinggung karenanya,” tutup Márquez.
Tapi tunggu dulu. Pasalnya yang dimaksud bukan Marc Márquez – rookie MotoGP musim ini, melainkan sang adik, Álex Márquez yang masih merangkai karier di kelas Moto3. Adik Marc yang lebih muda tiga tahun ini, baru meraih kemenangan pertamanya musim ini di Motegi lalu.
Marc mengaku senang melihat sang Adik, akhirnya “memecahkan telur” kemenangannya musim ini, walau di papan klasemen, Álex masih berkutat di klasemen empat dan mustahil untuk mengikuti jejak sang Kakak, berebut gelar di satu seri tersisa.
Tapi Marc mengaku melihat potensi besar pada Adiknya ini dan tak hanya menegaskan pada dirinya, melainkan pada para joki MotoGP, bahwa sang Adik kemungkinan besar akan segera menyusul Marc ke kelas tertinggi MotoGP – beberapa tahun ke depan.
“Di Moto3, Adik saya meraih kemenangan pertamanya. Saya sangat senang untuknya, karena saya tahu setiap waktu, dia selalu bekerja keras. Berkali-kali dia nyaris menang, tapi kini dia sudah mendapatkan kemenangan pertamanya,” papar Marc.
“Kita harus segera menggeber gas pol karena Adik saya akan datang!,” serunya, sebagaimana disitatCrash, Selasa (29/10/2013).
Dalam kesempatan yang sama, pengisi lowongnya jok Casey Stoner di tim Repsol Honda ini juga ingin melayangkan permintaan maaf, terhadap berbagai pihak di Jepang yang merasa tersinggung dengan gambar tampilan belakang helmnya.
Akhir pekan lalu, Márquez menggunakan helm dengan desain baru yang menampakkan animasi dirinya, mengenakan ikat kepala khas Jepang dengan gestur tangan menyipitkan mata. Márquez meminta maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung jika menganggap gambar tersebut diskriminatif.
“Helm spesial saya didesain untuk menjadi simbol terima kasih kepada para kolega dan fans saya di Jepang. Tapi saya minta maaf yang sedalam-dalamnya jika ada yang tersinggung karenanya,” tutup Márquez.